Just In Time
Sebelum berbicara tentang konsep JIT, alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu latar belakang dan perkembangan yang memunculkan lahirnya JIT. Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam system produksi di dunia ini terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu system produksi Western (yang selama ini kita pelajari ) dan Sistem Produksi Produksi Jepang. Dari latar belakang tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan, perbedaanya adalah :
System Produksi Western
a) Segala sesuatu berdasarkan pada probabilistic,sebagai contoh adalah menentukan peramalan dalam menentukan kebutuhan demand atau kebutuhan kuantitas produksi.
b) melakukan optimasi dalam penjadwalan produksi, penentuan kebutuhan bahan,penentuan kebutuhan mesin, pekerja, dll
kemunculan system produksi western ini berdasarkan pada latar belakang kondisi Negara – Negara eropa dan amerika yang memiliki Resource yang banyak,sehingga filosofi yang mereka gunakan adalah dengan melakukan optimalisai sumberdaya yang tersedia. System produksi tersebut tidak menjamin kesuksesanperusahaan secara berkesinambungan , hal ini di buktikan ketika terjadi krisis minyak terjadi ,maka perusahaan – perusahaan jepang mengalami kegagalan, sebaliknya dengan perusahaan jepang yang terus berkembang pesat, kenapa perusahaan jepang bisa berkembang disaat kondisi krisis ? beriktu jawabanya.
System Produksi Jepang
Latar belakang system produksi jepang berdasarkan pada kondisi yang terjadi di Negara tersebut, jepang merupakan Negara kecil yang sangat minim sekali Resource dalam menjalankan system produksinya. Maka , darisinilah jepang mencari berbagai cara untuk dapat menjalankan system produksinya, pada akhirnya jepang menemukan system produksinya yang dikenal dengan Just In Time (tepat waktu ) yang memiliki filosofi dasarnya yaitu melakukan eliminate waste dengan melakukan Continuous Improvement.
Ketika berbicara Just In Time banyak sekali orang berpikiran bahwa hal itu merupakan metoda dalam melaksanakan system produksi di Shop Flour, pada kenyataanya JIT bukanlah suatu metoda melainkan suatu Filosofi untuk memanage produksi melalui eliminasi waste diseluruh aspek aktivitas produksi yang meliputi manusia ,vendor, teknologi,management, material,inventory dll hal ini yang dinamakan Big JIT, sedangkan yang biasa kita pahami adalah Little JIT dimana kajiannya itu secara sempit berfokus pada Scheduling dan inventory barang jadi untuk memenuhi pelanggan pada saat/jumlah/kualitas yang diperlukan saja atau “eliminate of waste in production effort”
Prinsip yang paling utama dalam JIT adalah Eliminate Waste dan Continuous Improvement,mengapa hal ini yang menjadi prinsip utama dalam JIT..? , mari kita bahas sebenarnya apa saja yang menjadi waste tersebut, hal ini digolongkan menjadi uncertainly dalam JIT , salah satunya adalah :
a) Demand ( How Many, Kinds ,Time )
Dalam JIT, penentuan berapa banyak,jenis ,dan waktunya harus memiliki kepastian yang tinggi, jadi melakukan produksi sesuai dengan yang dibutuhkan saja.
b) Material (Lead Time ,Quantity,Quality)
Kepastian dalam penentuan lead time,quantity,quality merupakan bagian yang terintegrasi dalam aktivitas produksi, maka ketika semua element tidak berjalan beriringan akan mengakibatkan aktivitas produksi tidak berjalan dengan baik.
c) Machine (Down Time , Setup)
Peranan mesin juga sangat berpengaruh dalam kelancaran aktivitas produksi, salah satu keunggulan dengan adanya Zero Setup (sangat kecil) adalah dapat memberikan andil kedalam komponen lainya ,diantaranya adalah :
a) Ukuran lot semakin kecil
b) Pengamatan kualitas semakin baik
c) Kebutuhan tempat mesin sedikit
d) Jarak antar mesin menjadi pendek
e) dll
f) Capability process ( % defect product )
Dalam melakukan pengendalian kualitas yang mengarah pada zero defect, JIT melakukan dengan menggunakan Total Quality Control dengan proses penggunaan secara bertahap , dimulai dari Inspection→Quality Control →Quality Assurance →Statistical Quality Control →Total Quality Control →Total Quality Management → Six Sigma . pemilihan metoda penjaminan kulitas ini harus berdasarkan kondisi perusahaan dan perusahaan harus mengetahui sebenarnya dimanakah posisinya berada, untuk kondisi sekarang dengan perkembangan teori – teori tentang kualitas, maka minimal perusahaan dapat memulai dari Statistical Quality Control (SQC), proses ini harus dilakukan secara (Continuous Improvement ) , Continuous Improvement bukan berarti terus menerus melakukan perbaikan,tetapi melakukan proses perbaikan tahap demi tahap secara berkesinambungan. Salah satu kehebatan JIT adalah menemukan sumber masalah. Untuk menentukan kuantitas yang tepat sangatlah diperlukan system informasi yang baik, system informasi tersebut di sebut dengan KANBAN (Kan :Kartu ,Ban :Sinyal ) atau kartu berjalan . system informasi ini akan berjalan dengan baik jika di dukung oleh supplier dan consumer tepat waktu,
Secara umum filosofi JIT mengarah pada komponen – komponen sebagai berikut :
n Zero defects
n Zero excess lot size or lot size of one
n Zero setup
n Zero breakdowns
n Zero handling
n Zero lead time
n Zero Surging
n Zero Down time
Dengan kondisi tersebut akan mengakibatkan pengaruh yang sangat baik bagi perusahaan di berbagai sisi , sehingga dengan melakukan perbaikan secara berkesinambungan ,maka akan mengakibatkan perusahaan menjadi ramping or Lean Manufacturing sehingga mampu meraih profit yang besar dan mampu bersaing dengan perusahaan yang lainya.
Secara garis besar ,terdapat 4 tujuan dari Just In Time :
a) Attack fundamental problem
b) Eliminate waste
c) Strive for simplicity
d) Devise system to identify problem.
Pada intinya Just In Time (JIT) hanya cocok dilaksanakan dalam perusahaan yang memiliki tingkat kepastian tinggi, criteria sebagai berikut :
a) Demand pasti
b) Level production
c) Manufacturing industries
d) Mass Production
e) Dll
Referensi :
Journal JIT oleh Muhammad Syarwani, www.IPOMS.Web.id
Power Point olleh Prof. Jiang Zhibin Dept. of IE, SJTU
Hand Book Kuliah JIT Oleh Dr.Arumsari .,Ir .,MSC. TI-UNPAS
Catatan Kuliah JIT jurusan TI-UNPAS


