h1

Belajar Nyerat ” JIT (Just In Time)”

Januari 19, 2009

Just In Time

Sebelum berbicara tentang konsep JIT, alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu latar belakang dan perkembangan yang memunculkan lahirnya JIT. Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam system produksi di dunia ini terbagi menjadi dua klasifikasi yaitu system produksi Western (yang selama ini kita pelajari ) dan Sistem Produksi Produksi Jepang. Dari latar belakang tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan, perbedaanya adalah :

System Produksi Western

a) Segala sesuatu berdasarkan pada probabilistic,sebagai contoh adalah menentukan peramalan dalam menentukan kebutuhan demand atau kebutuhan kuantitas produksi.

b) melakukan optimasi dalam penjadwalan produksi, penentuan kebutuhan bahan,penentuan kebutuhan mesin, pekerja, dll

kemunculan system produksi western ini berdasarkan pada latar belakang kondisi Negara – Negara eropa dan amerika yang memiliki Resource yang banyak,sehingga filosofi yang mereka gunakan adalah dengan melakukan optimalisai sumberdaya yang tersedia. System produksi tersebut tidak menjamin kesuksesanperusahaan secara berkesinambungan , hal ini di buktikan ketika terjadi krisis minyak terjadi ,maka perusahaan – perusahaan jepang mengalami kegagalan, sebaliknya dengan perusahaan jepang yang terus berkembang pesat, kenapa perusahaan jepang bisa berkembang disaat kondisi krisis ? beriktu jawabanya.

System Produksi Jepang

Latar belakang system produksi jepang berdasarkan pada kondisi yang terjadi di Negara tersebut, jepang merupakan Negara kecil yang sangat minim sekali Resource dalam menjalankan system produksinya. Maka , darisinilah jepang mencari berbagai cara untuk dapat menjalankan system produksinya, pada akhirnya jepang menemukan system produksinya yang dikenal dengan Just In Time (tepat waktu ) yang memiliki filosofi dasarnya yaitu melakukan eliminate waste dengan melakukan Continuous Improvement.

Ketika berbicara Just In Time banyak sekali orang berpikiran bahwa hal itu merupakan metoda dalam melaksanakan system produksi di Shop Flour, pada kenyataanya JIT bukanlah suatu metoda melainkan suatu Filosofi untuk memanage produksi melalui eliminasi waste diseluruh aspek aktivitas produksi yang meliputi manusia ,vendor, teknologi,management, material,inventory dll hal ini yang dinamakan Big JIT, sedangkan yang biasa kita pahami adalah Little JIT dimana kajiannya itu secara sempit berfokus pada Scheduling dan inventory barang jadi untuk memenuhi pelanggan pada saat/jumlah/kualitas yang diperlukan saja atau “eliminate of waste in production effort”

Prinsip yang paling utama dalam JIT adalah Eliminate Waste dan Continuous Improvement,mengapa hal ini yang menjadi prinsip utama dalam JIT..? , mari kita bahas sebenarnya apa saja yang menjadi waste tersebut, hal ini digolongkan menjadi uncertainly dalam JIT , salah satunya adalah :

a) Demand ( How Many, Kinds ,Time )

Dalam JIT, penentuan berapa banyak,jenis ,dan waktunya harus memiliki kepastian yang tinggi, jadi melakukan produksi sesuai dengan yang dibutuhkan saja.

b) Material (Lead Time ,Quantity,Quality)

Kepastian dalam penentuan lead time,quantity,quality merupakan bagian yang terintegrasi dalam aktivitas produksi, maka ketika semua element tidak berjalan beriringan akan mengakibatkan aktivitas produksi tidak berjalan dengan baik.

c) Machine (Down Time , Setup)

Peranan mesin juga sangat berpengaruh dalam kelancaran aktivitas produksi, salah satu keunggulan dengan adanya Zero Setup (sangat kecil) adalah dapat memberikan andil kedalam komponen lainya ,diantaranya adalah :

a) Ukuran lot semakin kecil

b) Pengamatan kualitas semakin baik

c) Kebutuhan tempat mesin sedikit

d) Jarak antar mesin menjadi pendek

e) dll

f) Capability process ( % defect product )

Dalam melakukan pengendalian kualitas yang mengarah pada zero defect, JIT melakukan dengan menggunakan Total Quality Control dengan proses penggunaan secara bertahap , dimulai dari Inspection→Quality Control →Quality Assurance →Statistical Quality Control →Total Quality Control →Total Quality Management → Six Sigma . pemilihan metoda penjaminan kulitas ini harus berdasarkan kondisi perusahaan dan perusahaan harus mengetahui sebenarnya dimanakah posisinya berada, untuk kondisi sekarang dengan perkembangan teori – teori tentang kualitas, maka minimal perusahaan dapat memulai dari Statistical Quality Control (SQC), proses ini harus dilakukan secara (Continuous Improvement ) , Continuous Improvement bukan berarti terus menerus melakukan perbaikan,tetapi melakukan proses perbaikan tahap demi tahap secara berkesinambungan. Salah satu kehebatan JIT adalah menemukan sumber masalah. Untuk menentukan kuantitas yang tepat sangatlah diperlukan system informasi yang baik, system informasi tersebut di sebut dengan KANBAN (Kan :Kartu ,Ban :Sinyal ) atau kartu berjalan . system informasi ini akan berjalan dengan baik jika di dukung oleh supplier dan consumer tepat waktu,

Secara umum filosofi JIT mengarah pada komponen – komponen sebagai berikut :

n Zero defects

n Zero excess lot size or lot size of one

n Zero setup

n Zero breakdowns

n Zero handling

n Zero lead time

n Zero Surging

n Zero Down time

Dengan kondisi tersebut akan mengakibatkan pengaruh yang sangat baik bagi perusahaan di berbagai sisi , sehingga dengan melakukan perbaikan secara berkesinambungan ,maka akan mengakibatkan perusahaan menjadi ramping or Lean Manufacturing sehingga mampu meraih profit yang besar dan mampu bersaing dengan perusahaan yang lainya.

Secara garis besar ,terdapat 4 tujuan dari Just In Time :

a) Attack fundamental problem

b) Eliminate waste

c) Strive for simplicity

d) Devise system to identify problem.

Pada intinya Just In Time (JIT) hanya cocok dilaksanakan dalam perusahaan yang memiliki tingkat kepastian tinggi, criteria sebagai berikut :

a) Demand pasti

b) Level production

c) Manufacturing industries

d) Mass Production

e) Dll

Referensi :

Journal JIT oleh Muhammad Syarwani, www.IPOMS.Web.id

Power Point olleh Prof. Jiang Zhibin Dept. of IE, SJTU

Hand Book Kuliah JIT Oleh Dr.Arumsari .,Ir .,MSC. TI-UNPAS

Catatan Kuliah JIT jurusan TI-UNPAS

h1

Planning and Design New Product

Oktober 29, 2007

Poci Pemanas dan Pendingin Air Otomatis1)   Latar Belakang ProdukProduk baru yang di rancang ini adalah pengembangan dari  alat untuk memasak air konvensional yang sering disebut dengan Poci Heater, berdasarkan dari pengalaman  konsumen selama menggunakan, di dapatkan beberapa hal yang mengecewakan,diantaranya adalah tidak praktis,elemen pemanas cepat rusak,air terasa bau,tidak awet digunakan dan lain sebagainya.Berangkat dari permasalahan tersebut dan  supaya produknya tidak di tinggalkan konsumen ataupun produknya di kalahkan oleh competitor, maka  perusahaan berencana untuk membuat produk baru yang lebih baik dan multi fungsi.2)   Jenis Produk Baru Produk ini di beri nama Poci Pemanas dan Pendingin air Otomatis dengan gambaran umumnya sebagai berikut : Deskripsi Produk Produk ini memiliki fungsi sebagai berikut :1.      Selain di gunakan untuk memasak atau memanaskan air, produk ini dapat mendinginkan air yang sudah di masak dengan cara kerjanya menyerap kalor yang ada pada air oleh elemen secara otomatis.2.      Produk ini menggunakan alat otomatis dengan metode carger sehingga proses pemanasan atau  pendinginan air bisa menggunakan sumber listrik secara langsung dari sumber listrik  ataupun menggunakan listrik yang tersimpan pada carger.3.      Produk ini memiliki system yang otomatis untuk merefungsikan komponen pemanas apabila suhu air mencapai 100 0 C (air masak) dengan di tunjukan oleh lampu indikator,sehingga tidak akan terjadi penguapan air yang berlebihan dan tidak akan terjadi kerusakan komponen karena kehabisan air.4.      elemennya lebih besar untuk mempercepat proses pemanasan atau pendinginan air sehingga proses kalor dan pendinginan yang dihasilkan akan semakin besar.5.      elemen pemanas atau pendinginya dapat di lepaskan dari komponen carger sehingga dalam proses maintenance produk jadi lebih mudah dan flexsible.6.      Bahan untuk pemanasan atau pendinginan air menggunakan bahan dari elemen logam yang tidak mudah berkarat dan tidak menimbulkan bau atau rasa yang kurang sedap dan penggunaan listrik menjadi lebih hemat, sedangkan untuk komponen pemanas atau pendingin bersifat kedap air sehingga air tidak bisa masuk kedalam komponen dan komponen tidak mudah rusak.7.      Produk  in di buat dengan dua variasi yaitu dengan menggunakan bahan logam dan bahan dari plastik, sehingga konsumen memiliki pilihan sesuai dengan kebutuhan.   3)   Aspek  Pasara.      Target PasarProduk ini di rancang untuk mencapai target pasar lama, hal ini berdasarkan  bahwa konsumen telah mengetahui jenis produk ini. Sehingga konsumen mengetahui bahwa produk dengan teknologi baru dan memiliki fungsi baru. b.      Segmentasi Pasar                               I.            Pangsa PasarPangsa pasar untuk produk dengan bahan dari logam adalah golongan ekonomi menengah  ke atas, sedangkan untuk produk dengan bahan dari plastik adalah golongan ekonomi menengah ke bawah.                            II.            Pasar UtamaPasar utama produk ini adalah orang – orang  yang memiliki aktivitas tinggi sehingga membutuhkan kepraktisan dan sesuatu yang serba instan seperti para eksekutif,mahasiswa,wanita karier,ibu rumah tangga,pedagang,para pegawai  dan lain sebagainya.4)   Aspek TeknologiAspek teknologi yang di gunakan pada produk ini merupakan teknologi modern dengan penggunaan mesin – mesin otomatis sehingga menghasilkan produk dengan tingkat presisi yang tinggi sesuai dengan spesifikasi yang di rancang oleh engineering teknis dan dengan quality control yang ketat.5)   Aspek ProduksiDari aspek produksi yang di gunakan pada produk ini di rancang dengan penggunaan material yang efisien dan  waktu yang epektif  sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan tepat waktu.6)   Aspek KompetitorProduk ini merupakan produk baru yang di ciptakan dan competitor tidak ada yang membuatnya sehingga menjadi produsen tunggal, jika seandainya competitor  meniru produk ini maka telah siap untuk menghadapinya dengan kualitas dan proses yang lebih baik

h1

Kesuksesan Perusahaan Merupakan Akumulasi dari Kesuksesan Individu – Individu dan Lingkungan Sekitarnya

September 19, 2007

Hal yang sering kita pahami mengenai kesuksesan  perusahaan  pada umumnya berpandangan  hanya berdasar pada suatu nilai yang menggambarkan tercapainya tingkat pertumbuhan profit. Selain itu, perusahaan di katakan sukses apabila mampu  menjadi seorang market leader yang  mengalahkan para competitor.tetapi, pandangan kesuksesan perusahaan tersebut tidaklah seluruhnya benar, karena pandangan tersebut  bersifat global dan tidak dirasakan oleh seluruh stackholder yang berada pada perusahaan tersebut.

            Menurut pandangan saya, kesuksesan suatu perusahaan selain mampu meningkatkan profit  dan menjadi  market leader, juga harus  memiliki kemampuan untuk mensukseskan komponen – komponen perusahaan secara menyeluruh, diantaranya adalah:

A. Buruh

             Buruh memiliki andil yang besar dalam mencapai kesuksesan suatu perusahaan, namun  kontribusinya sering terlupakan,sebagian besar kesuksesan perusahaan hanya dirasakan kalangan eksekutif dan karyawan, hal ini yang saya anggap sebagai belum terciptanya suatu kesuksesan yang benar – benar dirasakan oleh seluruhnya, padahal perusahaan dapat sukses karena adanya  akumulasi kesuksesan dari  perjuangan individu – individu.maka dari itu sudah seharusnya perusahaan lebih meperhatikan kepentingan – kepentingan buruh.

            Dalam melakukan pendekatan dan memberikan kesuksesan kepada buruh, saya mengelompokan beberapa bagian pendukung yang saya sebut sebagai (6K),diantaranya adalah:

1)     Keikhlasan

Keikhlasan merupakan factor terpenting dalam pencapaian kesuksesan,karena jika suatu perbuatan di awali dengan keikhlasan dari seluruh individu baik itu para eksekutif,karyawan maupun buruh sendiri.secara otomatis   akan menimbulkan keadaan tiap – tiap  individu mempunyai kesadaran akan tanggung jawabnya masing – masing, maka segala tanggung jawab akan di jadikannya sebagai tantangan bukan sebagai beban, sehingga sesulit apapun masalahnya akan dihadapi,dihayati dan dinikmati.

2)     Kesejahteraan

Kesejahteraan adalah factor yang utama seteleah keikhlasan, setiap orang menginginkan akan tercapainya kesejahteraan dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya, begitu juga dengan buruh, buruhpun menginginkan tercapainya hal itu. Dalam kontekstual di lapangan menyatakan adanya suatu perbedaan kesenjangan yang signifikan antara buruh dan top managemen. Hal ini sebagai tidak adanya tanggung jawab perusahaan terhadap jasa – jasa buruh yang turut andil dalam kesuksesan perusahaan, seharusnya pihak perusahaan memiliki tanggung jawab moril terhadap kesejahteraan buruh menjadi lebih baik .

3)     Keamanan dan Kenyamanan

Rasa Aman dan Nyaman merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam pemenuhan kebutuhan setiap orang, hal ini menuntut perusahaan melakukan/merancang system kerja yang aman dan nyaman dengan di dasarkan pada Ergonomi dan Keselamatan Kerja yang baik.

4)     Kekeluargaan

Suasana kekeluargaan merupakan nilai lebih yang dapat di ciptakan untuk terciptannya kesuksesan perusahaan secara menyeluruh, hal ini akan memberikan suatu nilai yang baik bagi perkembangan perusahaan, karena dengan adanya penerapan nilai – nilai kekeluargaan akan secara alamiah membentuk suasana yang kondusif,saling toleransi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.

jika hal ini di lakukan dengan baik dan konsisten maka akan menimbulkan loyalitas yang tinggi pada perusahaan, karena 6 Faktor tersebut telah membuat buruh merasa memiliki perusahaan, sehingga mereka akan melakukan setiap pekerjaan dengan Optimal dan penuh keikhlasan.

B. Corporate Social Responsibility (CSR).

Corporate Social Responsibility adalah suatu kondisi yang menuntut  adanya tanggung jawab social perusahaan terhadap lingkungannya.berkaitan dengan kesuksesan perusahan yang menyeluruh, maka hal ini merupakan tanggung jawab yang harus di lakukan perusahaan sebagai bentuk penghargaan dan dukungan pada lingkungan sekitar yang telah turut mendukung dalam tercapainya kesuksesan.tetapi,kondisi di lapangan menyatakan hanya sedikit perusahaan yang memperhatikan , sehingga kesuksesan yang diraih perusahaan tidak dirasakan oleh lingkungan sekitarnya. Maka dari itu,perusahaan yang memiliki pandangan kesuksesan menyeluruh akan senantiasa memberikan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat, karena bagaimanapun tidak ada ruginya memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar dan bahkan juga telah menguntugkan, diantaranya adalah :

a)    Memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk bekerja sesuai dengan Job Requirement, sehingga menghasilkan win – win solution. dimana perusahaan di untungkan oleh ketersediaan tenaga kerja sehingga tidak perlu mencari lagi, sedangkan masyarakat di untungkan karena mendapatkan pekerjaan untuk kelangsungan hidupnya.

b)    Perusahaan memberikan bantuan social dan pendidikan untuk lingkungan masyarakat sekitarnya, cara ini dapat menumbuhkan rasa simpati kepada perusahaan.sehingga masyarakat akan di untungkan dengan adanya perusahaan di tempatnya.

Selain kedua  hal tersebut,masih banyak yang dapat dilakukan perusahaan  sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap lingkungan sekitarnya, pada intinya jika semua pihak memiliki kepedulian, maka tidak akan adalagi orang – orang yang terjalimi.

Perubahan dan pengembangan  dari seluruh pihak yang berkaitan dalam perusahaan  adalah suatu hal yang harus dilakukan  untuk menghadapi tantangan dan tuntutan lingkungan sekitar,selain itu tanggung jawab social kepada masyarakat harus di berikan secara optimal sehingga seluruh bagaian yang turut andil dalam mensukseskan perusahaan dapat merasakannya.tiada perubahan besar, tanpa diawali oleh perubahan – perubahan kecil.maka dari itu marilah perubahan  di mulai dari diri sendiri, dari hal terkecil dan dari saat ini.